Modus penipuan lowongan kerja yang marak terjadi telah mengakibatkan kerugian hingga jutaan rupiah bagi para pencari kerja. Dengan mengandalkan surat undangan interview palsu yang mengatasnamakan perusahaan, scammer meminta pencari kerja mentransfer sejumlah uang untuk biaya tiket, akomodasi dan biaya lainnya, yang dijanjikan akan di-reimburse setelah proses interview atau seleksi.
Berikut adalah contoh dan ciri-ciri surat undangan interview palsu:
1. Panggilan interview sama sekali tidak menyebutkan posisi atau lowongan
Surat undangan interview palsu yang biasanya sekitar 7 halaman ini tidak menyebutkan posisi atau lowongan yang akan diseleksi. Detail persyaratan yang sudah tidak relevan atau tidak perlu disebutkan seperti alat tulis, berpakaian rapi, dll. Cap pada tanda tangan yang hanya berupa logo digital, bukan cap perusahaan asli.
![]() |
| Sumber Gambar |
![]() |
| Sumber Gambar |
![]() |
| Sumber Gambar |
4. Semua informasi yang diberikan sama sekali tidak relevan
![]() |
| Sumber Gambar |
![]() |
| Sumber Gambar |
5. Banyak bagian yang tidak perlu, tidak lazim, dan tidak perlu disebutkan dalam surat undangan interview
![]() |
| Sumber Gambar |
![]() |
| Sumber Gambar |
Setelah gencar melancarkan aksinya di Jakarta, para scammer sekarang semakin aktif menargetkan pencari kerja di luar Jakarta yang masih awam akan modus penipuan ini.








0 Comments:
Posting Komentar